10 Year Challenge: Peristiwa di Indonesia Sepuluh Tahun Lalu

Oleh: Febriansyah - 16 Januari 2019
Dibaca Normal 2 menit
10 Year Challenge, sejumlah peristiwa yang terjadi sepuluh tahun lalu mulai dari Pilpres, serangan teror hingga Kampanye 100% Cinta Indonesia.
tirto.id - 10 Year Challenge sedang ramai dilakukan di media sosial, terutama di Instagram. Beberapa orang mengenang, mempublikasikan beberapa foto mereka di tahun 2009 lengkap dengan caption yang menceritakan foto tersebut serta tagar #10yearchallenge.

Lalu apa saja yang terjadi di Indonesia di tahun 2009 itu?

1. Pemilihan Presiden 8 Juli 2009

Rapat Pleno anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 8 Juli 2009 untuk putaran pertama dan 8 September 2009 untuk putaran kedua. Dalam pemilu Presiden kala itu, ada tiga pasangan yang diusung oleh pratai-partai yaitu, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono, Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto, dan Jusuf Kalla-Wiranto.

Dilansir dari Antara, hasil Pemilu tersebut dimenangkan oleh SBY-Boediono yang memperoleh lebih dari 50 persen suara yang tercatat dari 33 provinsi. SBY-Boediono memenangkan kedua putaran yang masing-masing memperoleh nilai sebesar 60,80 persen. Sementara dua pasangan lainnya hanya memperoleh 26,79 persen untuk Megawati-Prabowo dan 12, 41 persen untuk Jusuf Kalla-Wiranto.

2. Bencana Alam

Januari 2009 terjadi gempa bumi di Papua Barat. Gempa itu berukuran 7,6 skala ritcer dan menewaskan sedikitnya empat orang dan puluhan lainnya terluka. World Vision International mencatat sepuluh bangunan telah hancur total, termasuk beberapa hotel dan rumah seorang pejabat pemerintah.


Dilansir Reuters, Survei Geologi AS (USGS) mengatakan gempa itu terjadi di sekitar 150 km (95 mil) timur laut Manokwari di bagian Indonesia di pulau New Guinea, pada kedalaman 35 km (21,7 mil). Seorang pejabat di badan meteorologi Indonesia mengatakan ada beberapa gempa di daerah itu pada malam hari.

Pada 30 September 2009 gempa kembali terjadi di lepas pantai Sumatera. Gempa itu berkekuatan 7,6 skala ritcer dan terjadi pada puku 17:16 WIB. Pusat gempa berada 45 kilometer (28 mil) barat-barat laut Padang dan 220 kilometer (140 mil) barat daya Pekanbaru.

International Seismological Center mencatat gempa tersebut menewaskan 1.115 tewas, 1.214 terluka parah dan 1.688 cedera ringan. Kematian terbanyak terjadi di wilayah Padang Pariaman. Selain itu, sekitar 135.000 rumah rusak berat dan diperkirakan 250.000 keluarga telah terkena dampak gempa bumi dan kehilangan tempat tinggal.

Pada 8 Oktober 2009, NASA merekam sebuah ledakan bola api di atmosfer Sulawesi. Ledakan itu diduga disebabkan oleh masuknya atmosfer sebuah asteroid kecil berdiameter sekitar 10 meter. Asteroid itu meledak di atmosfer dengan energi sekitar 50 kiloton (setara dengan 110 juta pon bahan peledak TNT).

3. Serangan Teror

Dilansir Antara, pada 17 Juli 2009 serangan teror terjadi di Jakarta tepatnya di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Hotel. Pemboman kedua hanya berjarak 5 menit dari pemboman pertama. Sembilan orang terbunuh, tiga di antaranya orang Indonesia, tiga orang Australia, dua dari Belanda, dan satu dari Selandia Baru.

Lebih dari 50 orang terluka dalam ledakan itu. Kedua ledakan itu disebabkan oleh pelaku bom bunuh diri, yang masuk ke hotel sebagai tamu yang membayar beberapa hari sebelumnya. Pemboman bunuh diri kembar ini terjadi empat tahun setelah serangan teroris di Bali.

4. Asian Games 2009

Pada bulan Desember 2009 Indonesia berpartisipasi dalam Pesta Olahraga Asia Tenggara 2009 atau Asian Games di kota Vientiane, Laos. Pesta olahraga se Asia Tenggara itu diadakan dari 9 Desember 2009 hingga 18 Desember 2009.


Penghitungan medali terakhir Indonesia berada diurutan ketiga setelah Thailand dan Vietnam yang masing-masing berada di urutan pertama dan keddua. Sementara Laos, sebagai tuan rumah hanya mampu berada di tempat ketujuh.

Dilansir dari Laosasiangames2009.com, Indonesia memiliki perolehan medali terbanyak dibidang atletik dengan emas sebanyak 7, perak 7 medali, dan perunggu 7 medali. Selain atletik Indonesia juga unggul di Angkat berat dan Badminton.

5. Kampanye 100% Cinta Indonesia

Di tahun 2009 juga ada kampanye bernama “100% Cinta Indonesia”. Kampanye ini adalah kampanye untuk mempromosikan mereka-merek di Indonesia dan produk-produknya.

Meskipun kampanye ini awalnya dimaksudkan sebagai program kesadaran konsumen untuk mempromosikan produk dan merek Indonesia, kampanye ini telah berubah menjadi gerakan sosial untuk menghargai dan mencintai segala sesuatu yang berbahasa Indonesia.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendag) mengatakan bahwa kampanye ini sebagai ekspresi tekad bersama dan dukungan kepada sesama dalam kesadaran kolektif membangun identitas Indonesia sebagai bangsa kreatif.

Baca juga artikel terkait MEDIA SOSIAL atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Febriansyah
Editor: Yantina Debora
Kontributor: Febriansyah